Lewati ke konten utama

Bab 2 Malam

Siapa sih, malam malam ganggu orang istirahat aja.

" Ucap Ara sedikit kesal.

Ara keluar dari kamar nya lalu melihat jam dinding yang berada di ruang tamu. Jam menunjukkan pukul 01. 00 . Ara sedikit terkejut lalu berjalan ke arah pintu. dengan perlahan tangan nya sampai di depan pintu. Ara membuka handel pintu nya, setelah itu .

Membuka pintu kosan perlahan. Ara sudah berhasil membuka pintu nya tidak ada satu orang pun yang berada di depan pintu , Ara pun melihat ke kanan dan kiri nya tetap tidak menemukan satu pun orang.

Ara keluar dari teras nya melihat sekitar kosan tidak ada satu pun yang berada di sini.

" Gak ada siapa siapa tuh.? " Tanya Ara sendiri

Rasa sedikit merinding bulu kuduk berdiri, ditambah lagi angin malam sepoy sepoy merasuk ke dalam tulang nya.

Tanpa Ara sadari sekelebat wanita memakai gaun putih melewati belakang nya , saat Ara akan kembali masuk kedalam kosan.

Ara yang merasa ada orang melewati nya pun menghadap belakang , lagi lagi tak ada orang di sini. Ara masuk kedalam rumah nya kembali setelah memastikan bahwa tidak ada orang satu pun berada di luar rumah nya.

" Siapa sih. Iseng banget,, " ucap Ara kesal

Ara masuk kembali ke dalam kamar nya , lalu berusaha untuk tidur kembali. Baru saja Ara memejamkan mata nya , jendela kamar kosan Ara tiba tiba terbuka , disertai dengan hembusan angin yang menusuk sampai tulang.

" Haduhh.. " Ara bangun lalu menutup jendela dan merapikan gorden.

setelah selesai menutup jendela Ara kembali tidur . Akan tetapi perut nya bunyi kelaparan tadi belum sempat makan sore.

Karna kantuk yang melanda sehingga Ara tetap berusaha terpejam , namun tetap saja tidak bisa.

Ara bangkit dari tidur nya menuju dapur lalu mengambil air putih untuk di minum.

Ara menghabiskan dua gelas air mineral  lalu kembali ke kamar.

" Minum dulu ya, cacing cacing ku.. besok kita baru makan. " Ucap Ara pelan.

Ara pun merebahkan diri nya kembali , menahan lapar lalu terlelap Kembali. Ara terbangun jam enam dini hari , ya Ara melewatkan solat subuh nya . Ara segera mandi lalu bersiap untuk solat subuh. baru Ara akan bersantai menunggu waktu sore barulah Ara berangkat kerja.

Selesai sudah Ara mandi. Tidak butuh waktu lama,jika ada muri perempuan paling cepat mandi pastilah Ara pemenang nya . Karna Ara mandi super cepat tidak seperti kebanyakan wanita biasanya.

Ara melaksanakan shalat subuh terlebih dahulu karna waktu yang sudah siang ini ia terburu buru

Seoesai melaksanakan shalat Ara langsung bergegas bersiap diri untuk berangkat ke kantor.

Tak lupa berdandan alakadar untuk menunjang penampilan karirnya. Walaupun sudah cantik namun agar terlihat lebih menarik dan memuaskan dalam pekerjanya .

Ia tak lupa mengunakan masker juga helm lalu pergi  mengunakan motor nya .

Ara mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi karna sangking semangatnya dan ugal ugalan, sampai tidak sadar kalau di depan ada tikungan tajam yang memang sudah ada peringatan di jalan depan nya. Namun Ara yang saat ini sedang mengendarai kendaraan nya dengan kecepatan tinggi pun lupa jika ada tikungan di depan yang sangat rawan terjadi kecelakaan.

Brakkk.....

" Astagfirullah kecelakaan. Ayok tolongin " teriak salah satu yang melihat kejadian

" Ayo ayok. Cepat tolong " satu lagi tak kalah heboh

Ara terjatuh dari motor nya , untung saja Ara tidak merasakan apa pun hanya sedikit pusing saja.

Ara mengumpat dirinya sendiri, bisa bisanya jatuh di tempat umum memalukan sekali celotehnya sembari mengangkat sepeda motor nya. Motor nya pun hanya pecah di bagian spion saja

Ara bangkit sendiri orang yang berlari akan membantunya pun keheranan melihat Ara yang sudah berhasil naik lagi ke motor nya. Tidak butuh waktu lama Ara dengan segera pergi dari tempat kejadian. Karna malu jika harus mendapat pertanyaan dari beberapa orang yang datang akan menolongnya Ara melanjutkan perjalanan nya menuju kantor tempat nya bekerja. Dengan pelan namun pasti Ara berjalan dengan santai tidak ada yang terjadi benar benar diluar dugaan harusnya Ara merasa kesakitan namun kali ini tidak merasakannya mungin memang karna tidak terluka atau lebih besar rasa malu nya dari pada rasa sakit nya.

Sesampainya Ara di kantor.

" Lo Ra kok baju kamu kotor gitu. " Ucap salah satu teman nya bernama widy

" Iya tadi jatuh , " ucap Ara

" Kok bisa , " kata Widy

" Iya , ke kecepatan tinggi. Lupa kalau tikungan tajam hehe,, " kata Ara sembari tersenyum

" Bisa bisa nya,, tapi gak papa kan gak ada yang lecet." Ucap Widy lagi

" Alhamdulillah gak, cuma spion nya aja hancur . Sama lutut agak nyeri kayaknya ada luka nya " jawab Ara lalu masuk ke dalam ruangan kerja nya

" Hemm,, bisa bisa nya anak satu itu. Untung badan nya kaya besi jadi gak lecet." Kata Widy lalu kembali duduk Ara di dalam ruangan kerja nya, lalu mengangkat celananya sampai di atas paha melihat kondisi lutut nya yang terasa perih.

" Uuhh.  Sialan pantasan perih ada lecet ternyata , " umpat Ara dalam hatinya Ara mengambil peralatan di kotak p3k lalu mengobati luka nya sendiri,

" Agh.. perih bangsad memang." Pekik Ara

Ara terus mengumpat .

Tok... Tok... Tok....

" Siapa lagi, sialan" maki Ara sendiri lalu segera menurunkan celana nya dan membuka pintu

" Ehh... Bapak . Ada yang bisa Ara bantu " ucap Ara Sembari tersenyum ramah.

" Lima menit lagi keruangan saya. " Ucap bos nya bernama pak Andi dengan tega

" Siyap pak. " Jawab Ara

" Ehh .. tunggu. Kenapa jalan nya pincang " tanya Pak Andi penasaran

" Ressing dijalan tadi pak , " kata Ara sambil meringis

" Ada ada saja , " pak Andi pun berlalu Pak Andi kembali ke ruanga lalu Ara menyelesaikan perban nya ,

" uuhhh.. perih " rengek Ara Setelah beberapa saat akhirnya Ara selesai mengurus perban nya. lalu bersiap pergi keruangan pak Andi Tak lama Sampailah Ara di depan ruang pak Andi lalu mengetuk pintu

Tok...

Tok...

Tok...

"Permisi pak," ucap Ara dari luar ruangan

" Masuk " jawab pak Andi dari dalam ruangan

Ara pun masuk kedalam ruang kerja pak Andi

" Ada yang bisa saya bantu , pak . " Ucap Ara

" Tolong pijatkan pundak saya. sakit ," ucap pak Andi

" Uhh.. punya bos gak ada kerjaan banget, " gerutu Ara dalam hati

Kenapa, " ucap pak Andi " Gak papa , pak " Ara mendekat ke arah pak Andi .

Ara mendekat ke arah bos nya saat akan melakukan apa yang disuruh. Pak Andi segera bangkit .

" Ehh.. mau ngapain kamu." Ucap pak Andi

" Kata nya suruh mijat pak " kata Ara

" Ya kali . Gak!. cuma bercanda, duduk , ada kerjaan buat kamu. Periksa pendapatan bulan kemarin kenapa datanya tidak sesuai " ucap pak Andi.

Ingin terus membaca?

Terus membaca untuk melanjutkan cerita.

Lanjutkan membaca

Daftar bab

Total 23 bab

  1. Bab 1Bab 1 Ara
  2. Bab 2Bab 2 Malam
  3. Bab 3Bab 3 Karyawan dodol

Terbitan baru