Lewati ke konten utama

Bab 2 Pelanggan yang akan jadi pacar

Hari itu tamu cafe lumayan ramai, Shasya yang di booking orang Korea kali ini yakin untuk menerima Icha atau orderan ngamar dengan tamu.

Setelah melepas perawan nya pada Om Budi dua hari lalu yang awalnya buka harga lima puluh juta malah dapat bonus seratus lima puluh juta.

Dengan uang yang didapat nya dari Om Budi yang masih utuh, Shasya semakin semangat untuk menambah terus saldo nya.

" Oppa Chong, ga pengen icha( ngamar)?" Tanya Shasya sambil menuanhkang minuman kedalam gelas pria tampan disebelahnya.

Pria korena ini selalu membooking nya sejak pertama ia datang ke cafe ini tiga bulan lalu, dan baru kali ini Shasya menawarkan. Sebelumnya diajakpun Shasya selalu menolak halus. Alasannya ia punya pacar.

" Tumben kamu mau Icha..?" Tanya Chong terkejut tapi tersenyum senang.

" Aku sudah putus sama pacarku..!" Jawab Shasya sambil tersenyum.

" Okey, jangan di hotel ya..! Kita di apartemen ku saja...?" Bisik Chong sambil mencium telinga Shasya.

Shasya lalu berdiri keluar dari room untuk membawa tasnya sekalian lapor mami kalau ia pergi Icha.

Setelah membereskan bill, Chong mengajak Shasya keluar. Sambil berpegangan tangan mereka keluar dari Cafe menuju mobil perusahaan Chong yang sudah menunggu di depan lobby karaoke.

" Mas pulang ke apartemen ya..!" Ujar Chong pada supirnya.

Chingbyanh sudah mabuk begitu juga dengam Shasya dengan cueknya berciuman di jok belakang.

Tangan Chong sudah menjelajah gunung sintal di dada Shasya.

Sampai di apartemen mereka langsung masuk kamar.

Chong langsung menutup pintu kamarnya, di apartemen nya ia tinggal berdua dengan kawannya yang juga orang korea.

Chong langsung melucuti pakaian Shasya,

Chong yang memang sangat penasaran dengan Shasya tidak melewatkan kesempatan ini.

Chong mulai mencium bibir Shasya yang sedikit terbuka.. menelusup kan lidahnya.

Shasya yang baru berhubungan badan dengan Om Budi kembali merasakan sensasi birahi yang membuncah.

Chong terus meremas payudara Shasya yang bulat menggoda, menjilat dan menghisap nya.

Tangannya dengan gemas meremas dan turun ke bawah perut... Terus menciumi perut rata milik Shasya yang masih belia sangat belia rambut di meki nya saja masih halus.

"Ooopppaaaa oppaaaa" desah Shasya sambil mengangkat bokongnya.. chong semakin membenamkan kepala nya.. memasukan lidahnya diarea sensitif milik Shasya yang mulai basah.

Chong segera menggesek kan miliknya yang lebih besar dari punya penis Om Budi.

Dua kali sudah Shasya melihat penis laki-laki dan ini lebih besar.

" Ahk Sya...? susah sekali." Keluh Chong, dan kembali menjilati berharap lebih basah untuk memudahkan memasukan pusakanya yang sudah tidak sabar bercengkrama.

Chong kembali mencoba mengarahkan barangnya yang besar dan panjang ke vaguna Shasya yang basah Tapi masih kuncup.

Perlahan Chong mendorong batang kemaluannya dibantu tangannya.

" Ahk opppa... Sakiiiiit" pekik Shasya tertahan karena keburu bibirnya dilumat Chong yang merasakn nikmat saat kepala penisnya dijepit.

Chong merasakan hangat yang mencengkram kepala oenisnya yang baru masuk,itu belum setengah nya. Denyutannya sangat terasa.

" Ahk Sya ,kamu luar biasa nikmat sekali." Seolah tidak rela menarik kembali, Chong mendiamkan beberapa saat menikmati remasan vagina Shasya yang luar biasa berdenyut menjepit batang kemaluannya.

Shasya mulai menggoyangkan pinggulnya.

" Auh Syaaaaa.. " Chong melenguh dan mulai menarik dan memasukan senjatanya perlahan dan menikmati setiap tusukan yang mendapat sambutan remasan didalam sana.

Chong mengangkat kaki Shasya ke pundaknya.dan mulai menggenjot lebih cepat maju mundur.

Shasya yang belum berpengalaman bercinta semakin berteriak menggila kenikmatan.

" Opppa aduuuuh... Nikmat nyaaaaa" Shasya memekik mengejang nikmat pertama yang luar biasa tanpa narkoba seperti yang dilakukannya dengan Om Budi.

Tak berapa lama Chong pun mempercepat gerakannya dan menekan kuat menyemburkan lahar nikmat di dirahim Shasya.

Selanjutnya hanya suara dengkuran yang terdengar.

Ingin terus membaca?

Terus membaca untuk melanjutkan cerita.

Lanjutkan membaca

Daftar bab

Total 38 bab

  1. Bab 1Bab 1 Pelanggan Pertama dengan bayaran fantastis
  2. Bab 2Bab 2 Pelanggan yang akan jadi pacar
  3. Bab 3Bab 3 Kembali di booking Om Budi

Terbitan baru