/0/3092/coverbig.jpg)
/0/15388/coverbig.jpg)
Bab 3 Kembali di booking Om Budi
" Sayang, aku tunggu di apartemen ya...?" Ucap Budi saat menelan Shasya.
" Jam 3 ya Om, ..!" Jawab Shasya.
Cling
Masuk notifikasi uang masuk ke rekening Shasya 50 juta.
Shasya memang pasang tarif 50 juta untuk dua jam.
Bodo amat mau syukur ga juga ga apa-apa. Pikirnya.
Sementara kalau Icha di cafe ia hanya dibayar per jam nya 2 juta. Tapi kemarin Chong memberi nya tip 10 juta diluar uang Icha yang ia dapat dari cafe.
Di cafe Shasya mendapatkan gaji pokok lima juta sebulan, dan room fee per jamnya 50 ribu yang dibayarkan dengan gaji setiap akhir bulan setiap bulannya.
Sedangkan uang Icha dibayarkan cash esok harinya cash.
Membuat Shasya tambah semangat melihat saldonya bertambah lagi, ia ingin membeli rumah.
" Sya... Ini Om belikan Lingerie..pakai ya..!" Budi mengasongkan paper bag oada Shasya saat baru datang ke apartemennya Budi.
Budi sudah mengenakan boxer dan hanya memakai kaos oblong putih.
Pria paruh baya itu terus melihat Shasya yang sedang membuka pakaiannya dan memakai Lingerie.
" Kamu cantik sekali,...!" Budi menarik Shasya ke dalam pelukannya.
Dan mulai mencium lembut bibir Shasya dan melumatnya.
Shasya membalas couman Budi dengan hangat.
Shasya hanya diam saja saat mas Budi mulai menciumi lehernya dan tangannya bergerak ke dada dan meremas payudaranya tanpa bra.
Shasya yang merasakan milik Budi mulai menegang memegang dan mengocoknya perlahan.
Budi mulai membuka lingerie dan menciumi payudara Shahsya, menjilati dan menghisapnya.
Hangat bibirnya membuat Shasya terangsang,lolos juga desahannya. Birahi nya mulai naik. Apalagi kalau dengan Budi selalu ada doping.
Budi terus menerus bermain dengan payudara Shasya yang benar-benar membuatnya gemas. , Shasya berusaha memancing nya dengan menggesekkan paha ke Pusakanya yang sudah berdiri tegak dibalik boxernya.
Shasya lebih suka gaya bercinta Chong yang liar.
Penis Budi yang ukuran nya besar tapi pendek mulai bergesekan dengan kewanitaan Shasya.
"Oooommmm... Ga tahan. Ayoo.. sudah gemas rasanya ingin segera menancapkan Pusakanya.
Budi tersenyum dan mulai menjilati meki Shasya dan measukan lidahnya memainkan klitorisnya membuat shasya semakin gelenjotan.
"Sayang, Om masukin ya..?." Bisik Om Budj sambil menciumi telinga dan leher Shasya.
Ukuran kepala Pusakanya yang besar membuat Shasya sangat terangsang.
Shasya mengangkat bokongnya dan menekan keatas dan Budi menekan menusukan Pusakanya.
Sleb
Srtttt
Rasanya nikmat sekali.
Budi diam sesaat sepertinya merasakan denyutan didalam menikmati sedikit demi sedikit denyutannya.
" Ahk Sya, nikmat sekali,,, aku samoai terus kepikiran meki kamu yang nikmat ini" desisnya.
Shasya mulai menggoyangkan pantatnya dan menekan keatas.
Dengan gemas Shasya menarik bokong Budi supaya lebih menekan, pusaka nya yang berukuran pendek membuatnya gemas ingin disodok lebih dalam.
Shasya membuka kakinya berharap Budi mengangkat kakinya kepundak seperri yang dilakukan Chong kemarin.
Sepertinya Budi cukup mengerti , dengan posisinya duduk pusaka nya lebih menancap masuk.
" Syaaaa ... Ahk ...hmmm" sepertinya Budi sudah hampir klimaks setakh hanoir satu jam menggenjot.
Shasya menekan dan menarik bokongnya, lumayan terasa nikmat.
Gerakannya semakin cepat...sengaja Shasya meng ngkat kakinya lurus ke pundaknya supaya penis nya bisa masuk sampai mentok.
Sleb sleb sleb Budi terus menggenjot lebih dalam nikmat sekali dengan pusaka nya yang besar sangat terasa.
"Syaaaa Aaaaaa...." Budi menekan kuat membuat Shasya terpekik nikmat.
Mereka pun berpelukan.
" Kamu nginep ya...?" Bujuk Budi.
" Aku kerja Om...!" Jawab Shasya.
" Kamu kerja dimana...?" Tanya Budi.
" Di bujangeum cafe Om di Dago...!" Jawab Shasya.
" Eih... Dekat rumahku...! Itu bukannya restoran korea ya..?" Ujar Budi.
" Iya Om lantai satu restoran lnatai dua dan tiga bar dan karaoke." Jawab Shasya sambil memainkan dada Budi yang sedikit berbulu.
" Ehmmm Om ganti deh malam kamu di Cafe...! Temani Om malam ini ya..?" Budi setengah memohon.
" Emangnya Om ga dicari istrinya nanti...?" Tanya Shasya.
" Om sudah bikang keluar kota.!" Jawab Budi.
Mereka pun kembali berciuman hangat.
Shasya kali ini lebih agresif ia naik ke pangkuan Budi dan memberikan dadanya untuk kembali di hisap,, lalu memasukan penis Budi ke meki nya yang memang masih ingin ditusuk, sambil bergoyang Shasya terus menciumi Budi.
Budi semakin menggila dengan service dari Shasya yang sangat digilainya sampai ia rela mengeluarkan uang untuk kencan dengan Shasya.
Sebagai pejabat uang bukan masalah buatnya.
Bahkan Budi terpikir untuk menhajak shasya tinggal di apartemennya dan ingin menyurihnya berhenti bekeeja di Cafe.
Budi ingin menguasai tubuh Shasya.
Shasya terus bergerak naik turun dan bergoyang.
Dengan gemas Budi membaringkan Shasya dan kembali mengangkat kaki shasya ke pundaknya dan menusukkan Pusakanya perlahan membuat gerakan sedikit zig-zag, Shasya mengangkat bokongnya.
Sampai akhirnya lenguhan keduanya terdengar saling mematut bibir. Shasya tertidur dengan penis masih menempel di Vagina nya.
Budi tersenyum membelai rambut Shasya.
Mungkin usia Shasya sama dengan anaknya dirumah.
Budi terus menatap wajah Shasya ada rasa kasihan tapi rasa cinta lebih besar.
Budi meraih handphonenya dan mentransfer seratus juta ke rekening Shasya. Ia sangat yakin dengan dihujani uang Shasya akan jatuh ke pelukannya.
Daftar bab
Total 38 bab
/0/26531/coverbig.jpg)
/0/15822/coverbig.jpg)
/0/3503/coverbig.jpg)
/0/2709/coverbig.jpg)
/0/9732/coverbig.jpg)
/0/30432/coverbig.jpg)
/0/31176/coverbig.jpg)
/0/31099/coverbig.jpg)
/0/31113/coverbig.jpg)
/0/30348/coverbig.jpg)
/0/30126/coverbig.jpg)