Lewati ke konten utama

Bab 2 Kelahiran Kembali

"Waktunya sudah tiba!" ucap Diana sambil melirik arlojinya. Kemudian, dia melemparkan tatapan pada dua pria kekar itu. "Singkirkan dia."

"Baik!" Kedua pria itu mencengkeram lengan Liany dan menyeret wanita itu ke pantai.

"Tunggu sebentar!" Diana tiba-tiba memanggil ketika mereka hendak melemparkan Liany ke laut. Dia berjalan mendekat dengan seringai jahat di wajahnya. "Ada sesuatu yang harus kamu ketahui. Sebenarnya, kecelakaan mobil yang kamu alami bukanlah kecelakaan. Ini merupakan rencana yang kami atur untuk menyingkirkan Didi selamanya."

"Ah! Bagaimana kamu bisa begitu jahat?!" Akhirnya Liany kehilangan kendali, menendang dan berjuang untuk bisa mencapai Diana. Ternyata Didi dibunuh oleh dirinya sendiri.

Mereka tahu bahwa Didi sangat mencintainya, jadi mereka mengatur kecelakaan itu supaya dia menghabiskan persediaan darah di bank darah pribadinya untuk menyelamatkan Liany. Ternyata, selama ini rencananya adalah memastikan Liany tidak bisa bertahan hidup.

Byur!

Beberapa saat setelah terungkapnya informasi itu, Liany terlempar ke laut.

Sensasi dingin menembus tubuhnya seperti potongan es yang tajam. Segera, dia merasakan air asin masuk ke tenggorokannya dan membuatnya kesulitan bernapas. Di saat yang sama, matanya pedih. Meski begitu, dia sama sekali tidak melawan.

Jika ada kehidupan lain, Liany bersumpah untuk memperlakukan Didi dengan baik. Dia akan menebus atas semua yang telah pria itu lakukan untuknya dalam hidup ini.

"Liany, buka matamu! Apa kamu berpura-pura mati lagi?"

Sebuah suara familier terdengar di telinganya. Perlahan mata Liany terbuka. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah yang tampan.

Didi?!

"Apa ... apa ini mimpi?" Dia menutup matanya dengan erat dan membukanya lagi, hanya untuk melihat bahwa pria itu masih menatapnya. Matanya terbelalak tidak percaya dengan pemandangan itu.

Wajah di depannya ini memiliki ketampanan yang tertandingi, terutama mata birunya yang indah .... Hanya ada satu orang yang memiliki mata itu. Apa ini benar-benar Didi?

Duar!

Pikiran Liany seketika kosong. Di detik berikutnya, dia menyadari apa yang terjadi!

Tampaknya doa di penghujung kematiannya menjadi kenyataan. Dia terlahir kembali dan sekarang dia ada di malam pernikahannya dengan Didi. Sungguh mengagetkan!

"Mimpi katamu?" Didi pun mendengus dingin ketika dia melihat wanita itu bertingkah linglung. "Apa maksudmu bersamaku terasa seperti mimpi buruk bagimu?"

"Tidak, bukan begitu!" Liany segera kembali ke dunia nyata. Ketika dia merasakan rasa sakit hati dan kemarahan yang terselubung dalam kata-kata Didi, dia melambai lemah dan menjelaskan, "Aku baru saja mengalami mimpi buruk, jadi ketika aku bangun dan melihatmu, aku cukup senang karena semuanya sudah berakhir."

Alis Didi berkerut saat dia menatapnya dengan dingin. Dia tahu dengan pasti bahwa Liany menikah dengannya hanya demi keluarganya dan demi membangkitkan karier gagal pria itu.

"Hentikan omong kosongmu itu! Kamu tidak perlu berusaha menyenangkanku, oke?" Didi berdiri dan mengenakan mantelnya sebagai persiapan untuk melampiaskan diri di kamar mandi.

Ada hawa panas perlahan memuncak di dalam dirinya, jadi dia takut akan lepas kendali dan makin menakuti wanita ini. Mungkin pada saat itu, rasa takut dan kebencian Liany terhadap dirinya akan meningkat berkali lipat.

"Jangan pergi!" Tiba-tiba Liany melingkarkan tangannya di pinggang Didi dari belakang. Dia langsung takjub saat tangannya menyentuh otot perutnya.

Penyesalan kembali memenuhi hatinya. Bagaimana bisa dia begitu buta sehingga memilih pria berengsek itu daripada seseorang yang sesempurna Didi? Apa pria berengsek itu menggunakan ramuan cinta padanya?

Saat Didi merasakan kehangatan dan kelembutan dadanya di punggungnya, hatinya bergetar. Untuk sesaat, dia berpikir bahwa tindakan Liany tulus. Namun, saat berikutnya, dia beralasan bahwa Liany melakukan ini hanya karena dia takut dia melampiaskan amarahnya pada orang lain.

"Apa kamu tidak mendengar apa yang baru saja aku katakan? Kamu tidak perlu menyenangkan perasaanku." Didi mencoba menarik lepas tangan wanita itu.

Namun, Liany mengencangkan cengkeramannya dan makin menekan dadanya ke punggung Didi. Didi menelan ludahnya saat jantungnya mulai berdebar kencang.

"Kamu bermain api! Kamu tahu itu, kan?" Di detik berikutnya, Didi berbalik dan menatapnya dengan mata penuh nafsu. Jakunnya naik turun pada saat yang sama.

Liany mengangkat kepalanya, hanya untuk bertemu dengan tatapan matanya yang berapi-api. Jantungnya berhenti sesaat dan kemudian berdebar kencang di dadanya

Dia merasakan tubuh pria itu memanas. Api di matanya menunjukkan nafsu yang semakin memuncak. Liany bahkan mulai membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Di masa lalu, pemandangan ini saja sudah membuatnya takut. Dia akan mengerahkan semua usahanya hanya agar bisa menjauh dari Didi. Akan tetapi, kali ini, dia hanya dipenuhi penantian.

Bibir kemerahan Liany bergetar saat dia berkata dengan suara pelan, "Tidurlah denganku, Didi. Aku sepenuhnya milikmu."

Ingin terus membaca?

Terus membaca untuk melanjutkan cerita.

Lanjutkan membaca

Daftar bab

Total 225 bab

  1. Bab 1Bab 1 Kebenaran yang Pahit
  2. Bab 2Bab 2 Kelahiran Kembali
  3. Bab 3Bab 3 Jangan Sampai Tertipu Olehnya!

Terbitan baru