Lewati ke konten utama

Bab 2 Kejadian Aneh Yang Mulai Dirasakan

"Elfira! Kemana ajah sih loe? Hampir ajah loe telat masuk kelas pagi!" Dinar dan Sira menyambut kedatangan Elfira dengan pertanyaan. Mereka teman terdekat nya dan memiliki hobi yang sama yaitu mengoleksi video porno. Bisa di bilang sahabat seperjuangan yang selalu susah senang bareng. Bahkan bulan yang lalu hampir saja ketiga kawan itu kena skors karna tidak menyelesaikan tugas skripsi dari dosen killer nya. Untung saja masih ada keringanan bagi mereka bertiga untuk menyelesaikan tugas dalam waktu singkat hari itu juga. "Biasa lah, namanya juga anak baik. Harus bantu nyokap dulu sebelum berangkat kuliah!" Celetuknya. Elfira beralasan terlalu tinggi sampai-sampai membuat Dinar dan Sira hampir berguling-guling dan mengeluarkan seluruh isi perutnya. "Bacot doang lu! Setahu gue, teman silent gue ini, anti-anti ribet dalam hal penurut. Ia nggk sih?" "Yup, benar sekali." "Dah ah, gue lagi males debat konvensi sama loe pada. Gue cabut ke kelas duluan, ya!" Elfira bergegas menuju ruang kelas meninggalkan kedua bidadari tak bersayap itu. Rasanya setelah mendapat kejadian aneh tadi malam membuatnya hilang gairah. Hawa dingin yang di rasakan membuat dirinya hanya ingin terus bersantai dan mendapat ketenangan. "El, kebiasaan benget sih loe! Kita udah nungguin loe lama-lama di depan. Orang yang di tunggu nya malah nyelonong main masuk ajah, gak ngajak-ngajak!" "Yah elah, buat apa juga di perdebatin sih! Kan sekarang kalian udah ada di kelas juga kan!" Selalu ada cara untuk memenangkan perdebatan di konversi meja bundar versinya sendiri. Sergahan Elfira membuat keduanya garuk-garuk kepala yang sama sekali tidak terasa gatal. Kelaspun di mulai, Elfira memilih duduk di kursi paling pojok di belakang. Menatap fokus pada dosen yang sedang menerangkan pembelajaran hari ini. "Ehelfiraaaaa......!" Kefokusan matanya terganggu dengan suara samar seorang pria yang memanggil namanya. Pelan tapi terasa begitu jelas di gendang telinganya. Ia menegang, sambil terus menengok ke kiri dan ke kanan. 'suara apaan itu tadi? Kayak ada yang panggil nama gue!'. Elfira melirik pada Dinar dan Sira yang terlihat hanya fokus memperhatikan pak dosen. Segera ia memikirkan hal-hal ketenangan untuk menepis rasa gelisah dan takutnya. Ia memegang tengkuknya yang tiba-tiba meremang, hawa dingin menyeruak di sekitarnya. Padahal ruangan ini sama sekali tidak memakai AC, hanya ada kipas angin di pertengahan langit-langit dan itupun tidak menyela. "Hayooooo..... Bersenang-senang..... Laghiiii dengan khuuuuu...... Elfhiraaaaaaa....." Bisikan tadi kembali terdengar di telinganya, semakin melengking. membuat ia benar-benar sudah tidak bisa fokus menangkap penjelasan di depan. 'rese banget tuh yang ngerjain gue! Tapi, siapa yang bikin suara-suara aneh kayak gitu? Gak ada kerjaan banget tuh orang!' ia menggerutu dalam hatinya, sambil terus menahan diri dari rasa takut. "Kurang ajar!" Ia merasakan sesuatu yang menyapu paha mulus nya. Tapi nihil, tidak ada sama sekali orang lain yang bersembunyi di bawah meja nya. Kejadian aneh yang mulai di rasakannya membuat fikirannya traveling mengingat ucapan ibunya. Dan kebetulan sekali malam itu ia tiba-tiba di pergoki Bu Mayang sedang tertidur di bathub. 'aneh banget! Ah, mungkin itu hanya perasaan gue ajah kali ya! Kan kemarin gue nonton video sex horor, jadi gue masih kebawa suasana.' Elfira mencoba tetap berfikir jernih, mana mungkin sebuah mitos bisa terjadi di kehidupan yang serba maju di jaman sekarang. "Kalian silahkan kerjakan tugas dengan baik, jangan sampai ada yang bolos mengumpulkan tugas dari saya!" Mata elang pak dosen melirik Elfira. "Itu berlaku untuk kamu Elfira!" Ucap nya dengan lantang. "Saya pak!" "Iya kamu! Kan yang suka beralasan setiap ada tugas dari saya itu hanya kamu!" Dosen itu mempermalukan Elfira di depan teman-temannya. Bagaimana tidak, semua orang yang di dalam kelas menertawai Elfira saling bersahutan. ****** "Ngeselin banget tuh dosen killer, bisa-bisanya mempermalukan anak rajin kayak gue di depan semua siswa!" Elfira ngedumel di dalam kantin, berbagi penderitaan yang di rasakan hati polosnya. "Hahahah, El! Elo hari ini aneh banget tau gak!" "Aneh apaan sih?" "Iya, hari ini loe kelihatannya hilang gairah gitu! Apalagi tadi waktu di kelas, biasanya juga selalu fokus kalo menghadapi dosen killer! Lha, ini malah enjoy staying sambil merebahkan kepala di atas meja!" Sebiadab apapun seorang sahabat, kadang kala omongannya ada benarnya juga. Elfira kembali mengingat kejanggalan tadi. "Tadi kayak ada yang manggil-manggil nama gue di kelas! Jadi, gue tiba-tiba gak bisa fokus!" Elfira berbicara dengan tatapan serius pada keduanya. "Ah, banyak banget sih alasan loe El! Gue tau, akal bulus loe kalo lagi beralasan!" "Iya El! Kayak kita baru berteman satu hari ajah!" Sira menimpali ucapan Dinar sambil melahap spaghetti bolognese. "Loe pantes banget deh ngedapetin penghargaan, karna bisa berakting dengan sempurna kayak tadi." Kedua teman laknatnya terbahak memojokkan Elfira. "Yasudah kalo loe gak percaya, gue cabut duluan!" "Mau kemana loe El? Gitu ajah marah!" "Pulang." Singkatnya sambil beranjak dari duduknya. "Eh, gak asik banget sih loe El! Bukannya kita bakalan ke party ya sekarang! Dan kita bakalan ngajakin Kelvin, Diandra dan juga Bara ke sana! Loe inget gak sih?" "Party apaan sih? Apa loe bilang tadi? Kita mau ngajakin ketiga cowok culun itu, males benget gue" Sejenak Elfira terdiam membetulkan tas nya yang sedikit melorot. Kedua temannya saling pandang penuh keheranan dan tanda tanya. Bagaimana mungkin Elfira bisa beranggapan seperti itu, padahal Kelvin adalah pria yang tengah di incarnya baru-baru ini. "Loe serius sama ucapan loe barusan El? Kelvin cowok culun? Bukanya loe lagi ngejar-ngejar dia ya sekarang?" "Hah! Gue ngejar-ngejar Kelvin si cowok krempeng itu? Gak mungkin banget cewek semok kayak gue mau sama dia Din, ngarang ajah lu!" Elfira berdecak, kemudian tersenyum kecut sambil menyilangkan kedua tangan. "Udah ah, gue balik dulu! Bye..." Sira dan Dinar kembali saling tatap, mereka benar-benar tidak habis fikir pada Elfira. Seperti bukan Elfira yang mereka kenal dulu. "Loe ngerasain hal aneh gak sih sama dia?" "Iya, aneh banget tau gak" "Kelvin yang selalu menjadi incaran para cewek-cewek di sini, di bilang cowok kerempeng! Bulshitt banget." Dinar meminum jus jeruk yang sedari tadi hanya di anggurin. "Padahal Elfira ngincar dia kan' karna tampan, dan tubuh sixpack nya! Dan yang paling diinginkannya adalah tonjolan yang selalu tercetak dengan jelas di selangkangan Kelvin kalo lagi pake celana jins." Sira bercerita dengan gamblang pada Dinar. "Apa jangan-jangan Elfira kena kutukan?" Ceplos Dinar dengan nada tinggi mengejutkan. Dasar teman calon penghuni neraka, bisa-bisanya membicarakan sahabat sendiri di belakang. Memang namanya teman kadang begitu suyulit lupakan Parhan apalagi Parhan baik. Tapi, sebenarnya bukan itu maksud dan tujuan dari mereka berdua. Keduanya khawatir pada Elfira yang tiba-tiba sedikit hilang kewarasan.

Ingin terus membaca?

Terus membaca untuk melanjutkan cerita.

Lanjutkan membaca

Daftar bab

Total 32 bab

  1. Bab 1Bab 1 Koleksi Video Porno
  2. Bab 2Bab 2 Kejadian Aneh Yang Mulai Dirasakan
  3. Bab 3Bab 3 Tidak Mungkin, Itu Hanya Halusinasi

Terbitan baru